

Kucing-kucing Godong
Generasi 4 dan 5
MENGENAI GODONG
KELAHIRAN GODONG
Melalui pemikiran tiga orang aktivis kampus (Memet, Maskur, ARAska) yang sudah jenuh
Dalam bilik kecil Memet yang penuh dengan tumpukan buku, yang sering dipergunakan untuk diskusi dan rapat, sebuah pemikiran dan rencana dimatangkan. Dalam bilik yang tersudut dari
Akhirnya Godong dilahirkan pada tangga 3 Nopember 2002 di Kota Banjarbaru, Provinsi kalimantan
IKRAR
PAPADAAN FRONT BUDAYA GODONG KELOR
Kami Papadaan Front Budaya Godong Kelor
1. Beribadah menjadi yang terdepan dalam Tuhan
2. Berbudaya menjadi yang terdepan dalam seni
3. Berjuang menjadi yang terdepan dalam demokrasi
4. Belajar menjadi yang terdepan dalam intelektualitas
5. Berkarya menjadi yang terdepan dalam informasi
NASKAH DEKLARASI ABADI
FRONT BUDAYA GODONG KELOR
Puji syukur atas nama Allah – Tuhan pencipta semesta, yang telah membangkitkan kami untuk bangun dan melihat dunia yang selama ini adalah juga milik kami.
Akhirnya kami yakin bahwa segala keindahan di alam ini – dunia semesta raya – langit dan bumi adalah bagian dari sebuah kebudayaan. Di mana kami sadar ataupun tidak, telah menghayat, ‘mencipta’ dan memakai keindahan ini. Dan menjadikan sifat-sifat perilaku yang menyebabkan lahirnya suatu tradisi (kebiasaan). Tradisi yang memasyarakat tersebut kami namakan : budaya diri – budaya sempit ; seluas daun kelor – Budaya Godong Kelor.
Budaya kami merupakan inseminasi antara pemuda democrat, kaum intelektual, seniman dan media penerbitan, yang notabene potensial pengaruhnya terhadap pembentukan kebudayaan baru. Ini semua terbangun karena dirasa masih ada yang kurang dalam kehidupan kami dan secara alami membentuk komunitas yang saling mengisi satu dengan yang lain dari berbagai bentuk bidang masing-masing dengan sekoci-sekoci yang mengusungnya.
Kami tidak mengusik budaya lama, namun kami tidak pula membanggakan budaya (baru) kami. Ini hanyalah sebuah proses alami, fenomena menuju suatu kemajuan dan modernisasi hal-hal yang telah usang,
Ini terjadi, merupakan perjalanan panjang untuk terbentuknya kebudayaan baru dalam kehidupan bermasyarakat. Diterima atau tidah habitat kami memiliki andil keterlibatan pengaruh yang besar terhadap perkembangan kebudayaan para muda dan masyarakat dan seniman dalam pergaulan kemaren, hari ini, ataupun akan datang.
Namun begitu, sekali lagi kami ikrarkan bahwa sebesar apapun kerja, karya dan kebanggaan kami, tidak lebih dari sebesar ‘daun kelor’, bahkan hanya setitik hijau daun (klorofil) dari daun kelor itu. Dan kami tidak menciptakan budaya tetapi budaya itu tercipta dengan sendirinya mengikuti proses alam yang panjang.
Dengan deklarasi ini kami menyatakan :
1. Front Budaya Godong Kelor menyatakan diri sebagai wadah seniman, para muda dan kaum intelektual yang peduli akan masa dpan bangsa dengan jalan memperluas cakrawala pandang, sambung nalar, serta menghilangkan rasa kebanggaan yang sempit melalui media seni.
2. Front Budaya Godong Kelor merupakan wahana penyiapan kader dan potensi-potensi budaya melalui seni yang belum tergali dalam pembentukan kepribadian pakar sejati dengan pola piker yang serba cukup yaitu kejujuran, berdedikasi, disiplin, keberanian, kepeloporan, kecerdasan, kecermatan, keteladanan dan tanggung jawab.
3. Fron Budaya Godong Kelor adalah media stimulant sumberdaya yang mengendap yaitu ilmu pengetahuan, tekhnologi, persaudaraan, solidaritas, kesetiaan, iman dan taqwa berpadu dengan nilai-nilai berkesenian.
Maka atas Rahmat tuhan Yang Maha Kuasa, kami para muda, masyarakat, seniman, dengan mengucap nama Allah Maha Pengasih Maha Penyayang menyatakan resmi berlayarnya bahtera ‘Front Budaya Godong Kelor’ dengan mengusung sekoci-sekoci : Gerombolan Anak Bawah Ketapang, Forom Kajian Intelektual, Gerakan solidaritas Pembaharu dan Lembaga Penerbitan X-pressi serta mengharap ridho Allah bersatu di dalamnya.
Banjarbaru, 3 Nopember 2002
Ttd. DEKLARATOR
DEKLARATOR
FRONT BUDAYA GODONG KELOR
1. Shah Kalana Al-Haji (Memet)
2. Muhammad Maskur
3. A.Rahman.A (ARAska)
4. Hari Insani Al-Dhaifi
5. Ahmad Sutono
6. F.X.Gede Sastrawan
7. Ir.Mahyuddin, Msi
8. Drs. Ridha Fadillah
9. Ir.Muhammad Syafril (tidak hadir)
Diantara undangan yang menandatangani berdirinya GODONG saat itu
ada sekitar 30 orang, berasal dari berbagai kalangan umum, pelajar, mahasiswa, seniman dan wartawan.
PERJALANAN GODONG
Dalam perjalanan GODONG, satu persatu pergi tetapi ada pula yang datang. Dari 9 orang deklarator yang tersisa hanya 3 orang pendiri awal generasi pertama. Saat ini dari tiga orang pendiri awal itupun juga terpencar pada jarak yang berjauhan, karena faktor pekerjaan. Tetapi walau begitu mereka tetap berusaha menjaga kelangsungan hidupnya GODONG, pada tempat tinggal masing-masing.
Sebutan awal GODONG adalah Godong Kelor atau GK (kependekan dari Pront Budaya Godong Kelor), kemudian namanya ditambah menjadi Front Budaya Godong Kelor
Hingga sampai saat ini GODONG telah mengeksistensikan keberadaannya sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang budaya (dalam arti luas). Untuk menguatkan keberadaannya maka Dewan Pendiri bersepakat untuk mensahkankannya dalam Akta Notaris No.2 Tanggal 22 Maret 2005 dengan Notaris Hj. Tri Titi Titis Wati, SH.
GODONG saat ini berpusat di Banjarbaru, dan telah mempunyai banyak bianaan dari tingakat SD, SMP dan SMA di Kota
Waktu masih berputar dan GODONG pun masih beredar hingga masa yang menentukan akhir perjalanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar